Menyiapkan Cerita...
Klik tombol di atas untuk pengalaman membaca terbaik
Tema
Jenis Huruf
Oleh Mukulink
Di sebuah kerajaan yang dikelilingi pegunungan tinggi, Pangeran Alaric mendengar kabar yang mendebarkan hati. Putri Elowen telah dibawa pergi oleh seekor naga raksasa ke puncak gunung tertinggi. Tanpa ragu, Alaric mengenakan baju zirah emasnya dan bersiap untuk perjalanan panjang demi menyelamatkan sang putri.
Narator
Sementara itu, di dalam gua yang gelap dan penuh dengan tumpukan emas, Putri Elowen tidak hanya berdiam diri. Meskipun ia terjebak, ia mengamati gerak-gerik naga itu dengan saksama. Ia menyadari bahwa naga tersebut tampak gelisah dan terus-menerus memukulkan ekornya ke dinding gua.
Narator
Pangeran Alaric menempuh perjalanan yang sulit. Ia melewati Hutan Berbisik yang penuh dengan kabut tebal dan akar-akar pohon yang melilit. Dengan pedang di tangan, ia menebas semak belukar yang menghalangi jalannya, didorong oleh harapan untuk melihat senyum Elowen kembali.
Narator
Akhirnya, Alaric sampai di mulut gua Puncak Kabut. Di sana, ia berhadapan langsung dengan naga besar bersisik merah bernama Ignis. Naga itu mengeluarkan asap dari lubang hidungnya dan bersiap untuk menyemburkan api yang panas ke arah sang pangeran.
Narator
Alaric tidak menyerang dengan pedangnya. Ia menyadari ada sesuatu yang aneh pada sayap kiri Ignis. Ada sebuah duri hitam besar yang menancap di sana. "Tenanglah, naga agung," bisik Alaric. Ia menurunkan pedangnya, mencoba menunjukkan bahwa ia bukanlah ancaman.
Narator
Putri Elowen berlari keluar dari sudut gua saat melihat Alaric. Ia tidak takut pada Ignis lagi. "Alaric! Naga ini tidak jahat, dia hanya terluka!" seru Elowen. Ia mendekati sayap naga itu, mencoba menenangkan makhluk besar yang sedang merintih tersebut.
Narator
Alaric segera mendekat untuk membantu Elowen. Bersama-sama, mereka memegang duri hitam yang besar itu. Dengan aba-aba dari Elowen, Alaric menarik duri tersebut sekuat tenaga sementara Elowen membisikkan kata-kata penenang agar Ignis tetap diam.
Narator
Dengan satu tarikan kuat, duri itu terlepas. Ignis mengeluarkan raungan lega yang panjang, lalu menjilat tangan Alaric dan Elowen sebagai tanda terima kasih. Naga itu tidak lagi menjadi musuh, melainkan teman yang kini telah sembuh dari rasa sakitnya.
Narator
Pangeran Alaric dan Putri Elowen kembali ke kerajaan dengan menunggangi punggung Ignis. Rakyat bersorak-sorai melihat pemandangan ajaib itu. Sang Raja menyambut mereka dengan air mata bahagia, menyadari bahwa keberanian dan empati telah memenangkan hari itu.
Narator
Beberapa bulan kemudian, kerajaan merayakan pesta yang paling megah. Pangeran Alaric dan Putri Elowen menikah di taman istana yang penuh bunga. Mereka berjanji untuk selalu menjaga kedamaian antara manusia dan naga, memulai hidup baru yang penuh dengan kebahagiaan.
Narator
Terima kasih telah membaca
Penghargaan Membaca
Diberikan dengan bangga kepada:
Telah berhasil menyelesaikan petualangan membaca buku cerita:
Magic Library
15 June 2026
Cerita ini terkunci. Silakan Scan QR Code pada kartu fisik atau beli akses untuk mulai membaca.
Dapatkan akses penuh cerita ini sekarang: